Peer Counseling sebagai Ruang Aman Remaja: Inisiatif KKM Arunika Karsa 110 UIN Malang bersama Remaja Masjid Muthohharun
KKM Arunika Karsa 110 Universitas Islam Negeri (UIN)
Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan kegiatan Peer Counseling
bersama Remaja Masjid Muthohharun sebagai upaya menghadirkan ruang aman (safe
space) bagi remaja dalam menghadapi persoalan psikososial yang mereka alami.
Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kesadaran remaja akan pentingnya
dukungan sebaya dalam menjaga kesehatan mental dan kesejahteraan emosional.
Kegiatan Peer Counseling ini menghadirkan Muhammad
Gusti Baskara Najih dan Nayla Nur Safa Septiasa Putri sebagai pemateri. Materi
yang disampaikan menitikberatkan pada pemahaman konseptual mengenai konseling
sebaya, peran peer counselor, serta keterampilan dasar yang perlu dimiliki oleh
remaja agar mampu menjadi pendengar yang empatik dan suportif bagi sesamanya.
Secara konseptual, konseling dipahami sebagai hubungan
interpersonal antara konselor dan konseli yang bertujuan membantu individu
memahami dirinya, kondisi yang dihadapi, serta kemungkinan solusi atas
permasalahan yang dialami. Dalam konteks konseling sebaya, peran ini dijalankan
oleh individu non-profesional yang memiliki kedekatan usia, pengalaman, dan
karakteristik sosial yang serupa, sehingga proses bantuan menjadi lebih setara
dan mudah diterima .
Pemateri menjelaskan bahwa peer counseling bukanlah praktik terapi profesional, melainkan bentuk dukungan awal berbasis empati, keterampilan mendengar aktif, dan komunikasi interpersonal. Remaja dilatih untuk membangun rapport, menjaga kerahasiaan, menghindari sikap menghakimi, serta memberikan ruang bagi konseli untuk menemukan solusi atas permasalahannya sendiri.
Selain itu, disampaikan pula manfaat peer counseling
bagi remaja, antara lain membantu pencegahan perilaku berisiko, meningkatkan
keterampilan sosial, serta menciptakan iklim sosial yang lebih sehat di
lingkungan remaja masjid. Dukungan teman sebaya dinilai lebih efektif karena
remaja cenderung lebih terbuka dan nyaman berbagi cerita dengan rekan seusia
dibandingkan dengan figur otoritas seperti guru atau orang tua .
Melalui kegiatan ini, KKM Arunika Karsa 110 UIN Malang
berharap Remaja Masjid Muthohharun tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga
agen perubahan yang mampu menciptakan lingkungan masjid yang ramah, inklusif,
dan peduli terhadap kondisi emosional sesama remaja. Peer counseling diharapkan
menjadi langkah awal dalam membangun budaya saling mendukung dan memperkuat
ketahanan mental generasi muda berbasis nilai kebersamaan dan kepedulian
sosial.
Label: peer counseling



